Postingan

Gambar
Ketika Tukang Cukur Mengerti Fikih (01. Siroh) Imam Abu Hanifah menceritakan dirinya. Aku melakukan lima kesalahan dalam  pelaksanaan manasik di Mekah, maka seorang tukang cukur mengajariku. Kejadian itu berlangsung ketika aku akan mencukur rambutku usai melakukan ihram. Aku pun mendatangi seorang tukang cukur. "Berapa upahnya"? Tanyaku padanya. Serta merta ia menjawab, "Semoga Allah memberi anda hidayah. Ibadah tidak butuh itu semua. Duduk dan santailah". Aku pun duduk. Namun, aku merasa sungkan, malu, dan tidak enak. Kala itu aku duduk tidak menghadap kiblat. Tukang cukur itu lalu memberiku isyarat agar aku duduk menghadap kiblat. Aku pun menurut saja. Aku semakin salah tingkah dan malu. Aku lalu menyerahkan kepala bagian kiri agar segera dicukur. "Berikan kepala sebelah kanan Anda". Pintanya Aku pun menyerahkan kepalaku bagian kanan untuk dicukur. Dia pun mulai mencukur. Aku hanya bisa duduk terdiam sambil memperhatikan dengan penuh kekaguman. "M...

Refleksi Akhir Tahun 2017; Di Pihak Manakah Kita?

Khutbah Jum’at; Refleksi Akhir Tahun 2017 Al faqiir ilaLLah Wahyudi Ibnu Yusuf Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Tahun 2017 akan segera berlalu. Meski tahun Masehi (Syamsiyah) bukan kalender Islam, namun kita tetap mesti merenungkan apa yang telah berlalu untuk kita jadikan acuan mengenai apa yang akan kita lakukan di masa mendatang. Jika perusahaan, perbankan, dan koperasi hari-hari ini sibuk menghitung laba rugi usaha, instansi pemerintah sibuk menghitung penggunaan anggaran. Maka kita hari-hari ini harus sibuk menghitung-hitung apa yang telah kita perbuat di masa lalu untuk perbaikan di masa yang akan datang. Baik untuk mengisi sisa usia kita sekaligus untuk mempersiapkan hari ‘esok’, hari akhirat. Allah SWT berfirman: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memp...

Isyarat Langit akan Kemusnahan Bangsa Yahudi

Rajab, Surah al Isro, dan Kemusnahan Bangsa Yahudi Pendahuluan Di bulan Rajab ini surah yang ‘populer’ tentu adalah surah al Isro, surah ke- 17 di dalam al qur’an. Lebih spesifik lagi pada ayat yang pertama. Allah berfirman: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Isro [17]: 1). Ayat ini biasa dibaca dalam peringatan isro dan mi’raj Nabi saw. Padahal ayat ini adalah satu-satu ayat yang membahas tentang isro dan mi’raj Nabi saw dalam surah ini. Sebaliknya sesuai dengan nama surah ini yaitu Al Isro atau disebut juga surah Bani Isr...

ENGKAULAH TELADAN KAMI

RASULULLAH, ENGKAULAH TELADAN KAMI Wahyudi Ibnu Yusuf Ya Rasulallah. Engkaulah sebaik-baik panutan. Pencipta manusia dan alam semesta menyatakan. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. al-Ahzab [33]:21). Keagungan akhlakmu semisal keagungan al quran, kalam al khaliq al mudabbir . Ibunda ‘Aisyah mengambarkannya dengan sangat simpel, namun sangat mendalam maknanya. Ketika beliau ditanya bagaimana akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam .  كان خلقه القرآن ، تقرؤون سورة المؤمنين ؟ قالت : اقرأ : ( قد أفلح المؤمنون (1) ) ، قال يزيد : فقرأت : ( قد أفلح المؤمنون ) إلى ( لفروجهم حافظون (2) ) ، قالت : هكذا كان خلق رسول الله صلى الله عليه وسلم Akhlak beliau adalah al-quran. B...

KURBAN ORANG YANG TELAH MENINGGAL

KURBAN ORANG YANG TELAH MENINGGAL Apa hukum berkurban yang diniatkan untuk orang tua yang telah meninggal (Tri Wahyu, Jakarta) Ulama berbeda pendapat tentang masalah ini Pendapat pertama, Mazhab Hanafi, Hanbali, dan sekelompok ulama hadist, diantaranya Abu Dawud dan Tirmidzi membolehkan orang yang hidup berkurban untuk kerabatnya yang telah meninggal. Pendapat ini pula yang dipilih oleh syaikhul Islam Ibnu Taymiyah, beliau menyatakan: “berkurban untuk orang yang telah meninggal lebih utama dari bersedekah dengan yang senilai” ( Majmu Fatawa 24/315) Pendapat kedua, menyatakan makruhnya berkurban bagi orang yang telah meninggal. Pendapat ini diusung oleh ulama mazhab Maliki. Akan tetapi jika seseorang telah membeli hewan kurban, kemudian meninggal, maka ahli warisnya dapat menyembelih hewan tersebut dan dianggap kurban yang dilakukan orang yang meninggal. Pendapat ketiga, menyatakan tidak sahnya kurban orang yang telah meningal, kecuali diwasiatkan orang yang meni...

IKHLAS, TAAT, DAN TAWAKKAL DALAM DAKWAH

IKHLAS, TAAT, DAN TAWAKKAL DALAM DAKWAH Nasihat untuk Diri dan Jiwa yang Haus Nasihat Mengapa terkadang kita gagal meraih target-target dakwah? Banyak alasan yang bisa kita kemukakan. Mulai dari alasan teknis hingga, alasan politis dan ideologis. Ya… faktor-faktor kegagalan itu memang nyata adanya. Akan tetapi sebagai renungan. Kita mesti introspeksi diri. Jujur mengakui diri. Sejauhmana keikhlasan kita, sekokoh apa ketaatan kita, dan sebesar apa keberserahan diri kita kepada Allah?. Ikhlas, taat, dan tawakkal adalah tiga kunci yang amat penting untuk sukses meraih tujuan dakwah. Ikhlas adalah pondasi Islam. Amal tidak akan bernilai tanpanya. Ihklas juga akan memperberat nilai kita di sisi Allah SWT sekecil apapun yang kita lakukan dan berikan. Kurangnya keikhlasan menurut Amir hizb pertama Syaikh Taqiyuddin an Nabhani adalah diantara sebab kegagalan perjuangan kelompok-kelompok Islam untuk meraih tujuanya. Ikhlas menurut Imam an Nawawi adalah jernihnya perbuatan dari ke...